Naik Jabatan? Siapa takut!

Oktober 24, 2008 pukul 7:46 am | Ditulis dalam kontrak kerja, surabaya, tips bekerja | Tinggalkan komentar
Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

POSISI MENANTANG?
JANGAN LEWATKAN!

Jabatan penting di kantor Anda sedang terbuka. Kenapa ragu melamar? Modalnya: memiliki kriteria yang diminta, terapkan etika, dan berani mencoba.
KESEMPATAN EMAS TAK HANYA datang tanpa diduga, namun bisa juga diciptakan sendiri. Caranya, cermat melihat peluang. Jika ada posisi penting yang kosong di kantor tempat Anda bekerja sekarang, tak perlu ragu memanfaatkannya. Anda layak bersikap optimistic, karena banyak kartu terbuka’ sudah di tangan Anda.
BISA LINTAS DMSI
Kesempatan meraih posisi di perusahaan yang sama, tak terbatas hanya di satu bidang lowongan yang ditekuni sebelumnya, namun bisa juga lintas divisi. Seperti yang terjadi pada Linda Maria (35), yang kini menempati posisi penting di bidang market research, walaupun sebelumnya ia berkarier di bidang kreatif.
“Sekian lama di bidang kreatif, tepatnya sebagai product manager, membuat saya tertekan karena tuntutan ide-ide baru. Saya ingin mencari bidang lain, dan ternyata saya menyukai bidang riset,” ungkap Linda.
Kebetulan, posisi yang diincar Linda memang sedang terbuka di kantornya. Ia segera memanfaatkannya dengan mengajukan diri sebagai tenaga volunteer untuk menerjemahkan data-data di kantornya. Linda memang menyukai bidang statistik. Selain itu, sesuai dengan jabatan sebelumnya, ia dituntut mengetahui bidang marketing produk dan segala permasalahannya, walaupun tidak mendalam. Berbekal pengetahuan dan minat itulah, Linda menerjemahkan data kuantitas berupa angka-angka dari kantor konsultan, menjadi sesuatu yang bermakna.Ternyata, hasilnya dipujikan, sehingga untuk berbagai macam pertemuan dengan konsultan marketing, dirinyalah yang ditugaskan untuk hadir. Di saat Linda `membuktikan diri’ bahwa ia mampu, itu menjadi semacam tes informal yang dilewatinya.
Fira Yulia (30), juga baru beberapa bulan menjalani profesi sebagai staf general affair di perusahaan yang sudah empat tahun ia masuki. Profesi Fira sebelumnya adalah sekretaris senior. Ia mengetahui posisi kosong di kantornya, dan berani melamar karena kriteria yang diminta adalah seseorang yang menguasai bidang accounting. “Saya adalah sarjana di bidang itu. Jadi, saya tak butuh waktu lama untuk mempelajarinya kembali, dan berani menjalani tes,” ujar Era, yang berhasil meraih posisi itu, mengalahkan dua kandidat lain. Pertimbangan Fira, bidang ini adalah bidang yang ia kuasai dan ingin ia tekuni hingga mencapai skill yang maksimal. Menurut konsultan karier dari Amrop Hever, Rene Suhardono, tak perlu takut melamar posisi menantang yang sama sekali berbeda dari pengalaman sebelumnya. “Selama Anda mampu dan mau melakukannya: coba saja,” kata Rene. Keberanian melamar juga disarankan Rene, tanpa meragukan strata jabatan yang dipegang saat ini. Selama merasa mampu, Anda bisa mengajukan lamaran.

lowongan kerja terbaru dan info karir dapat dilihat di klikkarir.com

“Di perusahaan tertentu, seperti Google, mengizinkan pegawai baru melamar kembali menjadi kepala divisi,” kata Rene, yang menyarankan Anda mencari tahu lebih dulu tipikal perusahaan tempat Anda bekerja. Jika perusahaan itu selalu menerapkan tingkat senoritas, sebaiknya Anda melamar posisi yang sesuai dengan tingkat jabatan Anda.

PELAJARI TAHAPANNYA
Peluang karier yang tersedia di dalam perusahaan, bisa saja Anda dengar dari dalam secara informal, atau dari iklan koran. Keduanya sah saja Anda manfaatkan. Hal terpenting justru menanyakan diri sendiri.Anda harus menentukan dulu, tujuan apa yang Anda inginkan dengan melamar posisi tersebut.

“Pertimbangan kedua, hindari membakar jembatan yang pernah Anda lewati,” ungkap Rene. Caranya, Anda harus melewati jalurjalur yang tepat, sehingga tidak merusak hubungan yang selama ini sudah terjalin. Terutama dengan atasan Anda.
Rasa percaya diri adalah komponen terbesar dalam meraih kesuksesan dan bisa jadi muncul setelah Anda mempertimbangkan halhal berikut ini.

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: