Karir di Dunia Properti-Marketing-(bagian 2)

Oktober 10, 2008 pukul 10:19 am | Ditulis dalam kontrak kerja, surabaya, tips bekerja | Tinggalkan komentar
Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,


LOESJE IMELDA (37)
GENERAL MANAGER
DMSI MARKETING
PENGALAMAN: 11 TAHUN

JOB DESK:
Tenaga marketing itu seperti chef. Sebelum produk diluncurkan, kami barus menyiapkan konsep jauh jauh hari. Bahkan, bisa 2 tahun sebelumnya. Jadi, yang dipasarkan adalah konsep, dengan bantuan beberapa tools, antara lain show unit dan brosur. Berbeda dari divisi sales yang targetnya berupa angka (misal, 1 bulan hams dapat 1 miliar rupiah), target marketing adalah waktu (misal, unit barns habis dalam waktu 1,5 tahun).

TANTANGAN:
Kompetisi yang bukan main ketatnya. Tapi, siasat agar bertahan adalah percaya diri bahwa konscp yang Anda tawarkan memang berbeda dari yang lain. Kalau produk tak jauh berbeda dari yang sudah ada di pasaran, divisi marketing perlu memikirkan untuk mengembangkan produk yang sudah ada. Salah satu caranya adalah mendengarkan input dari calon konsumen.

HAMBATAN:
Saat produk memiliki kekurangan.Tapi, tenaga marketing barns memeras otak agar kekurangan itu hisa berbalik menjadi suatu kelebiban. la barns menciptakan inovasi. Misalnya, beberapa unit kondominium memiliki view, berupa lapangan parkir. Kemungkinan besar, unit ini akan sulk dipasarkan. Lain, apakah akan dijual murah saja? Tidak. Kann lalu mengadakan brainstroming. Ide pun muncul, di lapangan parkir itu dibangunlah air mancur yang cantik. Hasilnya, unit itu menjadi unit paling mahal dan terjual lebih dulu.

PELUANG KARIR:
Sangat hagus. Jenjang kariernya juga cukup banyak. Bukan tidak mungkin, seorang tenaga marketing yang awalnya bekerja di perusahaan consumer goods, berpindah ke perusahaan properti. Pada prinsipnya, marketing di mana saja itu sama.Yang penting, mereka mempunyai sense of belonging  terhadap produk yang akan dipasarkan. lowongan pekerjaan dan info lowongan kerja terbaru bisa dilihat pada klikkarir.com

PENGHASILAN:
Very tempting. Tiap perusahaan menerapkan sistem yang berbeda. Di perusahaan tempat saya bekerja, misalnya, tidak memakai sistem komisi. Namun, setiap awal bulan kami menerima bonus. Di tempat lain, ada yang menerapkan sistem komisi.

BEDA PRIA & WANITA:
Skill, sih, harusnya sama saja. Namun, biasanya, wanita lebib peka terhadap market dan kebutuhan lingkungan. Mereka mencari tabu lebih dalam tentang fasilitas yang dikehendaki masyarakat zaman sekarang, mengamati tren. Misalnya, mereka melihat ada kebutuhan akan spa bath dan private lift. Sedangkan pria cenderung menentukan harga terlebih dahulu. Saat akan memasarkan sebuah kondominium di daerah elite, mereka biasanya akan langsung nienentukan harga.

TIP SUKSES
Tenaga marketing perlu selalu punya cadangan ide. Memang, mendapat ide yang benar-benar baru bukan hal mudah. Namun, kits perlu berkreasi. Lihat kembali ide-ide lama, tinjau lagi tren di masa-masa lalu, kemudian ‘didaur ulang’. Satu nilai plus bila Anda juga pnya kemampuan menjual.

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: