Membantu Melahirkan Eksekutif Global

September 18, 2008 pukul 5:08 am | Ditulis dalam tips bekerja | Tinggalkan komentar
Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Bekerja sebagai eksekutif global. Mungkin itulah impian setiap
eksekutif. Bekerja di luar negeri memang memberikan kepuasan sekaligus
tantangan. Buku ini mengulas habis ihwal eksekutif global. Ditulis
melalui riset panjang dan berdasarkan hasil wawancara dengan 101
eksekutif berasal dari 36 negara (termasuk Indonesia), yang bekerja di
16 perusahaan global dan memberikan pandangan mendalam mengenai
eksekutif global.

Judul Buku            :      Developing Global Executives
Pengarang            :      Morgan W. McCall dan George P. Hollenback
Penerbit                :      Harvard Business School Publishing
Penulis resensi     :      Edison Lestari

Setelah mewawancarai para eksekutif responden, McCall -? penulis buku
ini — menyimpulkan dan membahas arti eksekutif global. Selain itu, buku
ini juga membahas mengenai persiapan menuju eksekutif global.
Perkembangan yang sistematis menuju pemimpin global tentu saja
membutuhkan komitmen yang lebih kuat dan lebih fokus dibanding menjadi
pemimpin ukuran domestik. Bekerja lintas budaya merupakan kompetensi
utama eksekutif global. Kemampuan ini merupakan gabungan dari kecerdasan
emosional sekaligus intelektual.

Tentu, dalam perkembangan eksekutif global, objektif utama yang ingin
dicapai adalah belajar menjalankan bisnis secara global. Di atas itu,
belajar beradaptasi dengan lingkungan yang berbeda merupakan hal lebih
penting dan lebih sulit diraih dibanding mempelajari pelajaran bisnis.

Arti eksekutif global menjadi topik bahasan di bab dua. McCall
merumuskan lowongan pekerjaan global sebagai pekerjaan yang melibatkan
kompleksitas bisnis sekaligus kompleksitas budaya. Dengan demikian,
/global/ /mind-set/ merupakan hal mutlak dalam pekerjaan global.

Dalam bab ini, McCall menyimpulkan kompetensi yang dimiliki eksekutif
global. Yakni, berpikiran terbuka dan fleksibel dalam taktik, memiliki
minat dan sensitivitas budaya, mampu berhadapan dengan kompleksitas,
tabah, optimistis, energik, jujur, memiliki integritas dan kehidupan
pribadi yang stabil, serta nilai tambah dalam keahlian bisnis atau teknik.

Mengapa memilih karier internasional dibahas dalam bab tiga. Alasan
utama riset ini adalah karakteristik pribadi (seperti kebutuhan terhadap
variasi dan perubahan), serta minat (seperti /travelling/, negara lain,
bahasa lain, sejarah, budaya lain). Latar belakang juga berperan penting
dalam kesuksesan bekerja. 52% responden mampu menjelaskan pengaruh latar
belakang, sehingga mereka efektif dalam bekerja. Latar belakang yang
dimaksud termasuk kampung halaman, karakter ayah, sekolah, bahkan
perbedaan agama orang tua.

Bab empat membahas pelajaran yang dapat dipetik dari pengalaman
internasional. Belajar menghadapi isu budaya dan budaya yang berbeda,
belajar menjalankan bisnis — strategi, struktur dan proses — belajar
memimpin dan memanajemeni orang lain, berhadapan dengan hubungan
bermasalah, belajar mengenai kualitas pribadi pemimpin, diri sendiri dan
karir.

Yang paling ditekankan: para eksekutif mempelajari pelajaran ini.
Alhasil, eksekutif global adalah dibentuk, bukan dilahirkan. McCall
membandingkan pula antara studi pelajaran eksekutif global, studi
identifikasi awal dan kompetensi global. Dari ketiga set data ini,
eksekutif global yang berkualitas haruslah memiliki minat dan kemauan
beradaptasi dengan perbedaan budaya, pengetahuan beberapa aspek bisnis
— kalau mungkin termasuk aspek teknis — mampu bekerja secara efisien
dengan orang lain, punya konstelasi kualitas pribadi yang mencerminkan
percaya diri, fleksibilitas, integritas, semangat, konstelasi kualitas
keterbukaan terhadap pembelajaran dan pengalaman.

Ads: lowongan kerja terbaru dan info lowongan dapat Anda lihat pada klikkarir.com

Pengalamanlah yang mengajari eksekutif global. Inilah topik bahasan bab
6. Alat paling bermanfaat yang dimiliki organisasi untuk mengembangkan
eksekutif global adalah kontrol organisasi terhadap pengalaman yang akan
dimiliki orang berbakat dalam organisasi itu. Inilah yang harus
dimanfaatkan untuk mencetak eksekutif global.
Pengalaman perkembangan eksekutif global adalah penugasan dasar,
penugasan lini utama, pengalaman jangka pendek dan mengubah perspektif.
Pekerjaan global merupakan proposisi berbahaya. Berada dalam lingkungan
yang salah, orang yang paling berbakat sekalipun dapat tergelincir.
Terdapat empat dinamika ketergelinciran (/derailment/): (1)Kekuatan awal
yang mengantarkan seseorang pada kesuksesan dapat menjadi kelemahan
baginya. (2) Cacat yang sudah ada sebelumnya tetapi menjadi nyata dalam
situasi baru. (3) Konsekuensi sukses yang berkelanjutan.(4) Kebetulan
sedang tidak beruntung, berada di tempat dan waktu yang tidak tepat. Hal
yang dapat berkontribusi terhadap kejatuhan adalah karakteristik
individual, faktor kontekstual dan kesalahan organisasi.

Bab 8 membahas peranan organisasi dalam mengembangkan eksekutif global.
Di bab ini digambarkan pula kerangka kerja mengembangkan eksekutif
global. Talenta ditambah pengalaman dapat menghasilkan orang yang tepat.
Talenta yang dimiliki eksekutif global dipengaruhi oleh keterbukaan
untuk belajar, kemajuan, latar belakang dan definisi talenta. Strategi
bisnis merupakan keharusan strategis. Perbedaan utama antara
mengembangkan eksekutif global dengan mengembangkan eksekutif domestik
sangat ditentukan oleh strategi bisnis dan struktur perusahaan global.

Bagaimana mengembangkan karir global? Bab 9 menjawab pertanyaan ini.
Beberapa fakta yang perlu disimak: banyak  jalan menuju karier global,
pemimpin global dikembangkan di arena global, pelajaran mengenai budaya
adalah pelajaran global yang unik, karier global lebih berbahaya dan
berperangkap ketimbang karier domestik. Terdapat lima elemen esensial
karier global: /discovery/, /selection/, /development, recovery,
relearning/. Ambil inisiatif dan keuntungan untuk menemukan karier
global yang Anda inginkan. Pilihlah sendiri perusahaan, orang dan
penugasan yang Anda inginkan. Belajar dari pengalaman, refleksikan,
bicarakan, dengarkan dan ujikan. Hadapi kesuksesan ataupun kegagalan,
dan belajar darinya. Belajar lagi. Karier baru memerlukan pembelajaran
seumur hidup.

Bab ini ditutup dengan epilog bab 10. Kesalahan terbesar organisasi
adalah asumsi bahwa mereka tidak membutuhkan lagi eksekutif dengan
pengertian yang mendalam terhadap kebudayaan. Sebab, homogenitas tidak
membutuhkan lagi pelajaran kebudayaan. Tentu, asumsi ini keliru.

McCall — yang juga profesor manajemen dan organisasi di Sekolah Bisnis
Marshall — menguraikan tiga alasan kesalahan asumsi ini. Globalisasi
melibatkan homogenitas sekaligus partikularisasi. Selain itu, abad ke-21
juga menjadikan untuk kita abad lintas budaya. Ketiga, transformasi
pribadi yang menemani bisnis sehari-hari sebenarnya merupakan
transformasi yang secara fundamental mengubah persepsi, mengajarkan
keahlian dan sikap yang dibutuhkan eksekutif global.

swa.co.id

Artikel seputar info kerja dan lowongan kerja di Jakarta surabaya dan sekitarnya bisa Anda lihat di klikkarir.com

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: