Seberapa penting SURAT REFERENSI

September 13, 2008 pukul 2:58 am | Ditulis dalam tips bekerja | 2 Komentar
Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Sayangnya, tak semua orang mengetahui hal tersebut. Bahkan, ada yang
menyamakan surat referensi dengan surat keterangan pernah bekerja
(dikeluarkan dari human resources department), dan umumnya diterima
semua karyawan yang berhenti dari sebuah kantor.

Surat referensi berbeda dari surat keterangan pernah bekerja di suatu
perusahaan. Jika surat keterangan hanya menyebutkan berapa lama
seseorang bekerja, maka referensi menggambarkan bagaimana kompetensi
seseorang selama bekerja. Mengapa surat referensi penting, dan seperti
apa surat referensi yang ampuh?

MEMULUSKAN JALAN KARIER
Referensi memberi andil besar untuk memuluskan karier Anda. Sebab, surat
ini memberi informasi lengkap pada pihak yang akan merekrut Anda, baik
untuk diangkat sebagai pegawai maupun mengerjakan suatu proyek, program,
ataupun kerja sama.

Itu sebabnya, referensi memberi nilai tambah pada curriculum vitae (CV),
proposal, atau surat lamaran (meskipun tak diminta). Jika diminta, maka
surat ini menjadi persyaratan yang harus dilengkapi.Semua profesi
membutuhkan referensi. Mulai dari pekerja part time, hingga manajer.
Bagi seorang part timer, referensi akan memuat catatan kinerjanya selama
mengerjakan suatu proyek. Bagi orang yang sudah berada di tingkat
manajer, referensi juga amat dibutuhkan ketika meninggalkan suatu
perusahaan, dan akan memasuki kantor baru.

Pemberi referensi adalah pihak yang pernah melakukan kerja sama dengan
orang yang meminta referensi. Bisa atasan langsung ataupun rekan
sekerja, bahkan klien, dan internal customers. Namun, referensi menjadi
berharga, dengan melihat siapa yang memberikannya.

LANGSUNG DIMINTA
Sebaiknya referensi diminta bersamaan dengan keluarnya Anda dari suatu
perusahaan. Pertimbangannya, surat itu dibuat oleh atasan langsung
dengan penilaian yang sangat personal. Jika diminta setahun kemudian,
misalnya, kemungkinan besar atasan Anda sudah lupa bagaimana kinerja
Anda. Makin cepat kita dapatkan, makin baik. Akan makin mudah bagi
pemberi referensi untuk mengingat diri kita, kemampuan, pengetahuan dan
kesan saat bekerja sama, bila waktunya tidak terlalu lama. Tidak perlu
memperbarui, kecuali jika ada informasi spesifik yang dibutuhkan dalam
surat referensi, namun belum tercantum dalam surat referensi yang lama.

Jika memiliki dua atasan, Anda juga bisa meminta referensi dari
keduanya. Surat referensi bisa diminta dari atasan langsung maupun pihak
yang pernah/biasa melakukan hubungan kerja sama dengan Anda (misalnya
klien, internal customers). Makin banyak referensi dari berbagai
?kacamata?, akan lebih menguntungkan bagi Anda.
Bentuk surat referensi bisa beragam: misalnya referensi setelah masa
kerja berakhir, proyek berakhir (certificate of project completion),
atau referensi untuk kepentingan melamar beasiswa.

Sebelum memintanya, jelaskan tujuan dari surat referensi yang Anda
inginkan. Termasuk isi di dalam referensi, misalnya lingkup tugas,
durasi lowongan kerja sama, kesan selama kerja sama, dan achievements.

2 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Trik yang baik.
    Anda cukup mengenali bidang yang anda tekuni saat ini. Ok, selamat berkrir…kebetulan saya juga pernah menduduki posisi di HRD
    salam kenal
    Jaiman

  2. Bisa minta tolong berikan contoh surat Referensi?
    Terima kasih sebelumnya🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: