Menembus Dinding Kebosanan

September 12, 2008 pukul 10:44 am | Ditulis dalam tips bekerja | Tinggalkan komentar
Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Anda sering malas-malasan bangun pagi dan enggan menyiapkan diri
berangkat ke kantor? Atau, Anda suka datang terlambat, makan siang
berlama-lama, dan selalu tak sabar me-nunggu jam pulang kantor? Jika hal
itu sudah berlangsung lama, mungkin itu pertanda Anda sudah bosan bekerja.

Anda sudah ingin berhenti bekerja, masalahnya, keadaan eko-nomi keluarga
tak memungkinkan. Boleh jadi, suami Anda seorang konsultan lepas, yang
tak berpenghasilan tetap. Jadi, Anda harus ?mengimbangi? dengan
penghasilan yang pasti. Atau, suami didera sakit panjang sehingga tak
bisa ikut menafkahi keluarga. Alasan lain, Anda orang tua tunggal yang
harus menjadi tulang punggung keluarga. Sementara Anda yang lajang,
mungkin harus membantu keuangan orang tua. Semua kondisi itu tak memberi
pilihan lain kecuali Anda harus tetap bekerja.
Tapi, bukan berarti Anda hanya bisa diam dan menjalani lowongan pekerjaan dengan
terseok-seok. Banyak cara, kok, menembus dinding kebosanan. Cermati
penyebab rasa bosan, lalu temukan jalan keluar yang tepat.

BOSAN SUASANA KANTOR
Jika profesi atau posisi di kantor jarang –atau sama sekali tidak–
memungkinkan Anda ?melihat? dunia luar, wajar jika Anda bosan. Hari demi
hari yang Anda jumpai adalah meja kerja, perangkat komputer, serta
ruangan dengan dekorasi monoton. Belum lagi tumpukan map berisi
tugas-tugas senada yang harus Anda selesaikan hari demi hari.

SOLUSI:
Jika Anda seorang sekretaris atau akuntan, berkreasilah dengan meja
kerja Anda. Pasang foto dari orang-orang yang Anda sayangi, pasang
screen saver bergambar selebriti idola Anda, atau mousepad bergambar
hewan menggemaskan kesukaan Anda.

Tak ada salahnya pula meletakkan hiasan meja atau suvenir yang
mengingatkan Anda pada saat-saat berlibur yang menyenangkan, atau
tanaman hias mungil yang menyegarkan pandangan. Dengan catatan, profesi
Anda tidak memungkinkan klien datang langsung ke meja Anda. Karena, meja
kerja yang terlalu banyak ?sentuhan pribadi? pemiliknya, bisa mengurangi
kesan profesional.

DILEMA KOMUTER
Kantor Anda di wilayah lowongan di Jakarta Barat, sementara rumah Anda di Cibubur,
di Timur Jakarta, mau tak mau Anda harus selalu berangkat pagi-pagi
sekali dan pulang saat matahari sudah tenggelam. Belum lagi rasa sebal
saat menghadapi kemacetan panjang di jalan tol atau kemacetan di
beberapa tempat di dalam kota.

SOLUSI:
Putar lagu-lagu favorit selama dalam perjalanan. Atau, jika Anda tidak
menyetir mobil sendiri, baca novel atau m-ajalah kesukaan Anda. Sesekali
ajak teman yang belum pernah An-da ajak sebelumnya untuk bersama-sama
berangkat ke kantor. Sambil berkendara, Anda bisa mengobrol. ?Kita bisa
mendengarkan cerita baru yang menarik dan tak terduga. Perjalanan tidak
akan membosankan jadinya, kata Rima.

Jalan keluar lain, ubah waktu maupun rute bepergian. Jika berangkat
setengah jam lebih lambat hanya membuat perbedaan waktu 5 menit tiba di
kantor, tak ada salahnya Anda undur keberangkatan Anda. Atau, pelajari
beberapa rute alternatif, dan pilihlah secara bergantian setiap hari.
Dengan begitu, Anda tak perlu melihat pemandangan yang sama dari hari ke
hari.

TERTEKAN BEKERJA DIBAWAH SUPERVISI
Bagi Anda yang sangat independen, bekerja di bawah supervisi bisa sangat
tidak menyenangkan. Anda sangat menyukai kebebasan berkreasi, sehingga
penugasan dari atasan membuat Anda merasa tertekan, karena selalu harus
menuruti perintah.

SOLUSI:
Jika Anda masih ingin mempertahankan posisi Anda, cobalah memulai untuk
menyempurnakan pola pikir. ?Ketimbang melihat atasan sebagai ?sang
pengatur? dan ?penguasa?, lihatlah atasan sebagai teman Anda dalam
menuju kesuksesan. Dengan begitu, Anda bisa menerima penugasan sebagai
sesuatu yang justru membebaskan Anda dalam berkarya, papar Rima.

Tapi, jika Anda sudah benar-benar tidak bisa lagi menerima penugasan
(dari siapa pun), mungkin Anda perlu mempertimbangkan alternatif untuk
menciptakan pekerjaan sendiri, berbisnis, misalnya. Tantangannya, Anda
harus punya keahlian un-tuk memasarkan diri sendiri serta membangun
jejaring. Dengan demikian, bisnis Anda terjamin kelanjutannya, dan
pendapatan Anda lumayan bisa diandalkan.

lowongan kerja

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: